Road Trip Seru di Pantai Pink: Petualangan Satu Hari yang Bikin Nagih!

Ada sesuatu yang selalu menarik dari perjalanan darat. Bukan cuma soal tujuannya, tapi bagaimana kita bisa menikmati setiap jengkal jalanan, berhenti sesuka hati, ngobrol seru di mobil, dan menyerap semua pemandangan yang terlewat dari balik jendela. Nah, salah satu road trip paling memorable yang pernah saya alami adalah waktu pergi ke Pantai Pink di Lombok Timur—dan serius, itu pengalaman yang masih kebayang sampai sekarang.

Awalnya, saya cuma ingin liburan ke Lombok yang beda dari biasanya. Kebanyakan orang ke Gili atau Senggigi, kan? Tapi saya pengen ke tempat yang lebih “nyempil”, lebih tenang, dan kalau bisa… yang warna pasirnya gak putih. Iseng-iseng browsing, ketemulah destinasi yang katanya punya pasir warna merah muda. Masa iya sih?

Akhirnya saya dan tiga teman memutuskan buat sewa mobil, nyalain playlist Spotify, dan jalan darat dari Mataram ke Lombok Timur. Tanpa ekspektasi muluk, tapi pulangnya malah bawa banyak cerita.

Pagi Hari: Start dari Kota Mataram

Kami mulai perjalanan sekitar jam 7 pagi. Bekal udah siap, air mineral, jajanan ringan, dan tentu saja kamera. Perjalanan dari Mataram ke Lombok Timur itu lumayan jauh, tapi justru di situlah serunya. Jalanan mulus, pemandangan sawah terbentang, dan makin ke timur makin terasa nuansa desanya.

Mobil kami lewat Pringgabaya, lalu masuk ke jalur menuju Jerowaru. Di sini, kamu akan mulai merasakan jalanan yang lebih sempit dan sedikit berbatu, tapi tetap bisa dinikmati. Kalau kamu tipe yang suka suasana desa, ini justru bagian terbaiknya.

Sepanjang jalan, kami sering berhenti: kadang buat beli kelapa muda, kadang cuma buat foto-foto jalanan sepi dengan latar pohon kelapa. Inilah asyiknya road trip—semua bisa dikustom sesuai mood.

Pantai Tangsi, Sang Pantai Pink

Sampai di area parkir Pantai Pink, saya sempat ragu. Dari kejauhan, kelihatannya seperti pantai biasa. Tapi begitu jalan ke bibir pantai dan menunduk, woah… pasirnya memang beda. Warnanya putih campur kemerahan, apalagi kalau disinari matahari pagi atau sore, gradasi pink-nya makin keluar.

Pantai Pink Lombok (yang juga dikenal sebagai Pantai Tangsi) ini jadi salah satu dari sedikit pantai di dunia yang punya warna pasir unik. Katanya, warna pink itu muncul karena campuran pasir putih dengan pecahan karang merah halus yang terbawa ombak dan bercampur di garis pantai.

Saya langsung buka alas kaki dan jalan pelan-pelan menyusuri pasirnya. Di sisi kiri ada bukit kecil yang bisa didaki, dan dari atas bukit ini pemandangannya luar biasa. Garis pantai melengkung sempurna, air laut biru jernih, dan langit biru terang. Sebuah kombinasi yang bikin mata segar dan hati tenang.

Spot Snorkeling dan Bukit di Sekitarnya

Selain warna pasirnya yang unik, Pantai Pink juga terkenal karena kejernihan air lautnya. Kami sempat snorkeling sebentar di area dangkal. Tanpa alat canggih pun sudah bisa lihat ikan warna-warni dan terumbu karang yang cantik.

Buat yang suka eksplor, kamu bisa trekking sebentar ke bukit-bukit kecil di sekitar pantai. Saya dan teman-teman sempat naik ke salah satu bukit di sisi kanan pantai. Jalurnya gak terlalu sulit, dan dari atas kita bisa lihat pemandangan 360 derajat ke laut lepas. Angin sepoi-sepoi dan suara ombak jadi backsound alami yang bikin betah duduk lama di sana.

Spot ini juga cocok banget buat foto-foto ala Instagram. Tapi jujur, menurut saya momen terbaik bukan di fotonya, tapi ketika kita diam sebentar, menghadap laut, dan menyadari betapa indahnya Indonesia itu.

Bekal Makan Siang dan Cerita Lucu

Karena tidak banyak warung di area pantai, kami sudah siapkan bekal dari kota. Makan siang di pinggir pantai, duduk di atas tikar sambil ngobrolin hal-hal receh itu ternyata nikmatnya luar biasa. Teman saya sempat bikin kopi dengan kompor portable, dan kami minum bareng sambil kaki main air.

Di tengah makan, tiba-tiba datang seekor kambing dari balik semak-semak, jalan santai seolah ingin gabung piknik. Kami ngakak. Inilah hal-hal kecil yang justru jadi cerita paling diingat saat road trip seperti ini.

Pulang Lewat Jalur Alternatif: Bonus View Laut

Karena kami datang lewat jalur darat, pulangnya kami coba lewat jalur yang sedikit berbeda—melewati tanjakan dan belokan yang lebih ekstrim, tapi justru di sanalah view laut terbuka luas di samping jalan. Mobil kami pelan banget karena kami semua sibuk menikmati pemandangan.

Saya sempat berpikir, andai semua orang tahu betapa banyak tempat indah di Lombok Timur, pasti gak akan ragu lagi untuk memilih paket lombok yang menyasar ke wilayah ini. Gak cuma Gili, gak cuma Mandalika, tapi juga surga-surga kecil seperti Pantai Pink ini.

Serunya Road Trip Itu Bukan Hanya di Tujuan

Yang saya suka dari trip ini bukan hanya keindahan pantainya, tapi juga proses menuju ke sana. Jalanannya, suasananya, interaksi dengan penduduk lokal, bahkan momen remeh seperti isi bensin di pom kecil di desa pun terasa spesial.

Buat kamu yang lagi cari paket lombok yang fleksibel, bisa disesuaikan sama gaya liburanmu, dan tetap punya rasa petualangan, coba deh pertimbangkan road trip ke sisi timur pulau. Bisa bareng teman, pasangan, bahkan keluarga yang suka jalan-jalan tapi gak suka keramaian.

Kabar baiknya, sekarang banyak penyedia lokal seperti Wisata Lombok Plus yang sudah menawarkan rute-rute offbeat seperti ini. Jadi gak perlu bingung lagi mau mulai dari mana. Kamu tinggal buka paket Lombok yang tersedia di sana, dan pilih itinerary yang sesuai gaya kamu.